Selasa, 04 Agustus 2009

HEIKING KE PAGILARAN

Sempat terbersit dalam benak para siswa perasaan jengkel, kesel, "mengapa mau heiking ke Pagilaran kok oleh sopir truk menurunkan para rombongan siswa di Pagilaran?", yang mana biasanya heiking dimulai start di desa Tambakboyo, namun karena kurangnya koordinasi antara koordinator, siswa dan juga sopir rombonga, sehingga start heiking tidak bisa dimulai dari desa Tambakboyo.

Di Pagilaran para peserta heiking langsung saja menyantap snack yang sudah disediakan sebelumnya. Namun tiba-tiba dari sebagian siswa bertanya-tanya, "mau apa kita disini...? cuma makan-makan doang...?

Terus secara spontan saja dari salah satu guru pendamping ada yang menyarankan, 'daripada kita kembali lagi ke Tambakboyo, lebih baik start heiking kita mulai dari sini saja.... nanti kita menaiki kebun teh sampai desa Kayu Landak... akhirnya semua siswa setuju saja. Setelah acara makan selesai, mereka meneruskan perjalanan heiking ke Tambakboyo.































edit

Senin, 13 Juli 2009

BINGUNG LIBURAN KEMANA..? KE JOGJA AJA KALIE

Selain berwisata, banyak pengenalan sejarah yang akan kita dapatkan. Dimana itu? ke Jogja tentunya. Untuk kali ini SMA Whaterbat lagi-lagi ke Jogja. Emang sudah ketagihan kali ya...

Ini merupakan sebuah wisata rutinitas, selain sebagai refreshin juga untuk memberikan tugas kepada siswa, atau sebagai tugas karya wisata, yang mana nantinya siswa diberi tanggung jawab untuk membuat tugas tentang laporan karya wisata yang telah mereka ikuti.

Kegiatan karya wisata ini meliputi 4 objek wisata, diantaranya ; Borodubur, Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kraton Jogjakarta dan yang terakhir Malioboro. Yang terakhir ini adalah objek untuk berbelanja, yang mana tidak masuk kategori laporan yang intinya dalah sejarah.

Kurang lebih sudah 3 kali karya wisata ini dilakukan secara berturut-turut, dan ini akan dimasukkan dalam program kerja sekolah, yang mana sebagai kegiatan pengisi liburan kenaikan kelas (khusus kelas XI). Bisa dibilang ini adalah LIBURAN TERDIDIK, karena dalam setiap objek wisata, kita akan diberikan sebuah pengenalan sejarah oleh para guider-guider objek wisata, yang mana antara objek wisata yang satu dengan yang lainnya beda. Sehingga dalam penulisan laporan nantinya akan lebih mudah dan jelas.

Berikut adalah dokumentasinya :
























edit

Minggu, 21 Juni 2009

TIPS LIBURAN MURAH TAPI TETEP MENYENANGKAN

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah liburan sudah tiba, namun koq bingung mau kemana ya... Sejatinya liburan tidak harus mahal. Apalagi Jalan-jalan ke Bali? Tidak harus mahal, bahkan bisa murah lho. Dan gak harus ngeluarin kantong ampe jutaan rupiah buat jalan-jalan ke Bali.

Kalian pasti udah tahu yang namanya Backpacker kan? Seni liburan dengan berjalan-jalan dengan membawa uang sesedikit mungkin dan hidup menggelandang di kota-kota. Mungkin bagi yang pernah nonton Into The Wild kita bisa lihat bagaimana si tokoh utama backpacking bukan dari kota ke kota, tapi dari hutan ke hutan dan sedikit kota, sampai harus mendaki gunung dan pake kano mengikuti arus sungai yang sangat deras dengan nekat. Pergi dari kota ke kota dan ke hutan bisa dengan menumpang mobil ataupun apa saja yang bisa membuat kita sampai di sana.

Nah,… seni backpacking ini sudah banyak diterapkan oleh orang barat. Mereka tidak perlu menyewa agent traveler atau apapun itu untuk merencanakan perjalanan liburan mereka. Jadinya murah banget. Keliling 3 negara bisa habisin 3 juta rupiah lho! Itu teknik backpacking…

Kanada terkenal dengan orangnya yang suka liburan dengan backpacking keliling dunia. Banyak lho dari mereka yang udah pernah keliling dunia, bahkan menyebrang himalaya. Mereka bisa dikenali dengan lambang daun khas Kanada yang ada di tas ransel mereka masing2.

Ada banyak banget keuntungan backpacking dibandingkan minta tour guide.

Kalau kita backpacking, kalian bakal bisa ke tempat wisata yang tidak pernah ada dalam peta dan jalur wisata. Tempat yang hanya segelintir orang saja yang tahu.

Hanya kesusahannya… kalau backpacking bagi kaum wanita atau akhwat agak kurang aman kalau sendirian baik hati dan raga. Apalagi kalau bareng cowok, bisa cinlok tuh… bahaya… bahaya… Tapi kalau sesama akhwat oke deh. Palingan dari kota ke kota, soalnya susah banget menerapkan metode Into The Wild yang ke alam bebas…

Nah, bagi backpacker muda, ada beberapa tips mulai dari alat2nya dulu nih yang kuambil dari facebook group.

Ini nih informasi yang wajib kudu dipelajari pemula backpacking, langsung dari expertnya: Mujtahid Aktanto

1. seorang Backpacker HARUS!! Bisa mengatur Management Keuangan Pribadi..!!! Pandai2lah merinci sedetil mungkin biaya perjalanan dari awal.. Perkiraan Transport, Menginap, Harga akomodasi menuju tempat wisata…, biaya Taxi, makan, jajan, pulsa, sumbangan sukarela dll… Itu adalah nyawa dari seorang backpackers… Tanpa merinci detail biaya perjalanan.. tinggal tunggu waktu pak polisi memulangkan kamu dengan sukarela… atau yg lebih baik gandol truk sisanya naik taxi bayar di rumah…..(tentu dalam kondisi perut kosong..) Cari segala Informasi Pengeluaran biaya di internet.. banyak sekali kok teman2 yang mau sharing pengalaman beserta rinciannya.. tujuan yang kamu cari juga pasti ada rincian biayanya…

2. sebisa mungkin bawa 1 Bag aja… jangan bawa perlengkapan lebih dari 2 tas!! dan usahakan semua tasnya model Ransel atau slempang!! satu di taruh di punggung satu di taroh di dada… Itu aja dah Menarik Perhatian Orang lho… Apalagi Kamu bawa Tas yang model Geledekan beroda… Pasti di bathin… “Mau Pindahan mas….” atau minimal.. “arah ke bandara bukan disini Mbak…” hahahaha….

3. KORE API bawa 2!! senter kecil, aqua botol tanggung, MP3player, HP, Charger, Anduk, Sabun, odol, sikat, pewangi, pembersih muka, itu hal yang Wajib di bawa!! Soalnya Gimana2 kan foto2nya mesti keliatan Keren… Jadi harus selalu standbye pembersih!! hahahaha.. Jangan lupa!! Celana renang Kalo ke pantai.. Biar ga nyesel!!

4. Peta, Atau Petunjuk arah, atau Segala Informasi Tentang Tujuanmu!! Semuanya ada di Internet!! jangan malu buka peta di muka umum..!! kadang itu bikin kita makin PEDE Lho!! Kalo cariInfo jangan kulitnya doank!! cari sampe ke akar-akarnya!! termasuk Living Cost, Jarak tiap tujuan, bahasa, sikap masyarakat disana.. dan cerita tentang peringatan berbahaya atau apapun…

5. Destination terbaik harus ke kota yang tingkat Keramahannya Paling Tinggi!! Jangan Nekat backpackeran ke daerah rawan perang dan kriminalitas tinggi kalo mau selamat!!! bisa2 dicopet karena bawa banyak tas…!!! Usahakan uji coba traveling ke jogja atau ke bali dulu…. 2 kota itu selalu jadi tujuan utama para backpackers pemula… yg lainnya.. terlalu beresiko kantong jebol!!

6. setelah kamu rinci semua anggaran biaya,
lebihkan sedikit aja.. 100 atau 150 rb buat prepare.. dan kamu letakkan di amplop yg terpisah!! JANGAN SEKALIPUN kamu Letakan uang buat biaya rincian perjalananmu di dompetmu!! Pisah jauh dari Dompetmu biar ga kepake..!! Peringatan ini Penting!! karna kenyataannya mereka yg ga misahin uang perjalanan dengan dompetnya pasti mengeluh kehabisan duit!!

7. kalo cari penginapan, usahakan booking dari kotamu sebelum kamu berangkat!!! booking dulu dan bilang kamu pesan satu hari!! Coba cari informasi losmen atau hotel murah di internet.. Pasti ada diskon promo… dan jangan jauh jauh dari pusat kota buat hemat ongkos laen-laennya…

8. Jangan mudah belanja sana sini…!!! kamu backpackers!! barang yg kamu bawa cuman bisa kamu sembunyiin di ransel kamu… kalo kelebihan barang bakal repot membawanya… menyusahkan…!!

9. Cari Tiket Transportasi Yang paling Gampang aksesnya… Contohnya KERETA kalo ke kota2 besar… bisa PATAS kalo ke daerah2 yang jalannya berliku2.. kita cari senang bukan cari penyakit.. terlalu diirit2 malah bikin perjalanan ga menyenangkan sama sekali!!!

10.Beranikan dirimu buat bertanya! atau sekedar berusaha ramah kepada penghuni sekitar tempat wisata…!!

11. jangan lupa, urus semua keperluan yang kamu butuhkan selama perjalanan.. Visa Pasport, KTP, Atau Idcard dsb.. STNK kayaknya ga perlu kalo kamu pake transport umum..

12. Backpacker selalu diuji tingkat kesabarannya buat mendapatkan sesuatu yang murah…seperti apa itu?? hehehehe… rasakan sendiri kalo dah mulai menjadi sorang backpacker…

So, demikian aja dulu soal liburan murah meriah ini. Kalau ada yang mau backpacking ama aku sok aja. Aku ada rencana pengen (baru wacana) mau jalan2 ke daerah dieng atau jogja nih. Atau pengen ke bali juga nih… hehehehehe…

Salam, wassalamualaikum…

PS: Backpacker adalah orang yang bebas… bebas memanajemen waktu… bebas makan dimanasaja… bebas beribadah dengan tenang… tidak perlu bikin tour guide bete gara2 kelamaan kita…

Rabu, 17 Juni 2009

TIPS & CARA MEMILIH JURUSAN KULIAH DI PERGURUAN TINGGI YANG BAIK - PANDUAN SISWA-SISWI SMP DAN SMA

Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.

Sumber: organisasi.org

Minggu, 14 Juni 2009

PENGIN KULIAH APA NIKAH YA...?

Hmm...Menikah atau Kuliah Ya?

Menikah di kala kuliah enak gak ya? Setelah capek, berkutat dengan buku-buku, 'killer'-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa segar lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, wah...uenak tenan!!!

Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kampus, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis, wah...kaya' ginian sepet nih. Belum lagi saat tibanya masa ujian semester, wuaah, hiks...hiks...jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara ya.

Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian 'berani menikah' dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya...itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! Jadi bingung deh! Masalahnya cinta tak kenal waktu lho, ia hadir begitu saja, gak peduli dengan status kita sebagai mahasiswa.

Ada pula contoh kasus lain, aktifis dakwah kampus, karena 'dipanas-panasin' ama sesama aktifis, berani menikah, prestasi kuliah pun bagus, namun futur di jalan dakwah. Lainnya, belum berani menikah dengan alasan menikah akan mengganggu kuliah dan aktifitas dakwah. Hmm...bingung ya. Duh...cinta...cinta, kok gak tau sih kalau saya masih kuliah! Nikoniko (smiles)

Ikhwah fillah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...

Masalah-masalah diatas bukan hanya terjadi pada antum saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah atau setelah selesai kuliah baru menikah. Atau lagi, berdakwah melalui cara menikah atau lebih mudah berdakwah dengan tidak menikah terlebih dahulu.

Buat 'kalangan atas', kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi (ta'addud atau poligami). Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini 'pembicaraan kalangan atas', lha 1 aja belum ada, udah bicara ta'addud. he...he...

Wah...akhwat bisa sensitif nih! Kalem...kalem...Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kuliah kok, belum ta'addud-ta'addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru deh. Glek!


Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah (juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M) menjelaskan tentang menikah ini.

Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah (rangkuman) dari pandangan ulama diatas, yaitu:

1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB
Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta'ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.

2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT
Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut:
- Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya telah menggelora.
- Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya (atau merasa aman) dari perzinahan.

3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM
Wuah...menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.

Kalau emang kondisinya kaya' gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.

4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH
Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah:
- Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis.
- Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.
- Pihak wanitanya menerima kondisi ini.

5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH
Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.

Nah...sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan.

Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm...mikir-mikir!

Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah...ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila antum pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?

Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat (kedua), namun sebaliknya, yaitu makruh (keempat). Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas 'hanyalah' sunnat.

Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a'lam.

Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh (keempat), namun ada akhwat yang mengajak menikah, ehm...ehm...bahkan akhwat itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, iih...ureshii (senang banget), maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.

Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para ikhwan untuk berpegang pada sifat rujulah (kejantanan), jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak akhwat. Bukan gak percaya pada jaminan akhwat lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, ikhwan itu kan calon 'qowwam'-nya akhwat dan jundi-jundinya di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!

Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana'ah dengan keputusan menikah.

Jadi buruan merenung, mikir...mikir...kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan 'mbulet' lho, pake' alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, "Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang." [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]

Syeeerem kan! Makanya jangan pake 'mbulet-mbuletan!'

Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena ada tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]

Tuh...subhanallah ya, nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah!

Selamat berjuang akhi, jangan takut mengambil keputusan kalau udah siap (walaupun antum masih kuliah), karena akhwat lebih memilih para ikhwan yang berani mengajaknya menikah untuk bersama mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala, daripada yang suka 'mbulet-mbuletan!'

Doa ana dan istri untuk kemudahan antum...

Wallahu a'lam bi showab.


*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,



----------------------
Penulis/Sumber : Abu Aufa
Pengirim : Ferry Hadary
Email : ferryhadary@yahoo.com